Analisis Puisi Muara Kasih Mengenai Kasih Seorang Ibu Yang Mengharukan
Abstrak :
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui makna puisi berdasarkan referensi bab 4 mengenai manusia dan cinta kasih. Analisis ini menggunakan teknik analisi kualitatif, analisis konten (analisis isi) dimana kita harus memahami keseluruhan tema pada data kualitatif yang kita miliki dalam hal ini puisi Muara Kasih oleh Ida Ayu Sri Widiyartini. Puisi ini didapatkan dari kumpulan puisi tentang ibu. Hasil yang akan diperoleh dari analisa ini adalah mengetahui makna dari isi puisi Muara Kasih serta kaitanya dengan manusia dan cinta kasih. Dengan analisis ini kita diharapkan mampu mengerti setiap kata tersurat maupun tersirat yang ada pada puisi ini.
Muara Kasih
Oleh Ida Ayu Sri WidiyartiniKaulah muara kasihku..
Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku
Kau tempatku mengadu tatkala aku ketakutan
Kau bak sutra yang indah nan lembut
Membelaiku penuh cinta dan kasih
Kaulah pahlawan ku..
Menjagaku tanpa letih hingga ku terlelap
Lindungi aku tanpa henti entah siang ataupun malam
Bersamamu aku merasa damai
Kau dekap aku dengan ketulusan
Memelukku dengan sinar kasihmu
Membalut luka dan ketakutanku
Tak ada tempat sebaikmu..
Tiada makhluk semulia hatimu
Kau takkan terganti meski waktu berhenti berputar
Takkan pula luntur meski waktu dimakan zaman
Kaulah muara kasih terindah..
Cinta kasihmu takkan lekang oleh waktu
Meski bibir ku tak mampu beruncap
Sarangheo, aku menyayangimu selalu
Sebuah puisi yang menceritakan besarnya kasih seorang ibu yang tak lekang oleh waktu. Saya akan menjelaskan hubungan puisi muara kasih karya Ida Ayu Sri Widiyartini dengan referensi Bab 4 mengenai manusia dan cinta kasih sesuai dengan pandangan dan pendapat saya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cinta itu sendiri memiliki arti suka sekali; sayang benar: orang tuaku -- kepada kami semua; -- kepada sesama makhluk. Sedangkan kasih itu sendiri memiliki arti perasaan sayang (cinta, suka kepada), sehingga puisi muara kasih karya Ida Ayu Sri Widiyartini ini sangat berhubungan erat dengan konteks bab 4 ini, dimana puisi berisi tentang besarnya kasih serorang ibu kepada anaknya.
A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Pengertian cinta oleh Dr. Sarlito W. Sarwono dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.
Selanjumya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itü sama kuamya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperü itü mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecembunıannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman.
Cinta juga dapat diwamai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, (etapi unsur keinüman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itü dinamakan cinta yang pincang, kaıena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, sepeni nyata pada gambar berikut.
A) Ketertarikan
Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya beısama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Dalam puisi di atas, kalimat yang menunjukkan adanya keterikatan adalah pada bait kelima di kata "Kau takkan terganti meski waktu berhenti berputar", sang anak berkata bahwa tidak ada yang dapat menggantikan posisi ibunya ditambah dengan majas hiperbola "meski waktu berhenti berputar" sehingga membuat kita benar-benar yakin bahwa sang ibu tidak akan tergantikan.
B) Keintiman
Yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah üdak ada jarak lagi. Pangğlan-panggilan foımal sepeli bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nanıa atau sebutan:sayang dan sebagainya. Dalam puisi diatas, kalimat yang menunjukkan keintiman adalah pada bait terakhir di kalimat "Sarangheo, aku menyayangimu selalu". Mengapa saya memasukkan kalimat itu untuk menggambarkan keintiman, karena dimana anda bertemu dengan orang yang belum dikenal, anda tidak akan menggunakan istilah asing yang tidak sering dipakai di percakapan sehari-hari. Kalimat itu dapat menunjukkan bahwa hubungan sang anak dan ibunya ini sudah tidak ada jarak lagi.
C) Kemesraan
Yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak benemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya. Dalam puisi diatas, pada keseluruhan bait kedua beserta kalimat yang saya ingin tekankan "Membelaiku penuh cinta dan kasih", menunjukkan keinginan sang anak yang ingin selalu dekat dengan ibunya dengan penggambaran lembut bak sutra yang indah dan lembut.
B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Ada yang bep endapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agarna. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendarnbakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya.
A) Cinta Diri
Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan dili. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Dalam puisi diatas di bait ketiga, sang anak menggambarkan sosok ibunya sebagai pahlawan yang menjaganya tanpa letih. Kasih sayang ibunya yang menjaganya mendatangkan kebaikan pada dirinya sehingga cinta diri masih cukup menggambarkan puisi diatas.
B) Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya ia menyeimbangkan cintanya iłu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.
C) Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dałam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Dalam puisi diatas hanya ada tokoh anak dan ibu, sehingga bisa kita simpulkan bahwa tidak ada cinta seksual dalam puisi diatas.
D) Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli ilmu jiwa modem berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis scperti halnya dorongan keibuan, melainkan domngan psikis. Pada puisi diatas berisi tentang kasih seorang ibu ke anaknya, maka tidak ada cinta kebapakan seperti yang dijelaskan diatas
E) Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jemih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Disebutkan dalam penjelasan diatas, cinta kepada Allah juga bisa ditunjukkan dengan tingkah laku, maka sikap ibu yang menyayangi dan melindungi anaknya juga merupakan cerminan cinta kepada Allah.
F) Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karna Rasul merupakan ideal sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur Iainnya.
C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadanninta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak
sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran,
saling percaya, saling pengenian, saling terbuka. sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang,
misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih
sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Adanya kasih sayang ini
mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan
kasih sayangnya bemacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian
cinta kasih ini dapat dibedakan
(l) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan
kasih sayang temadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan
sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan
respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam
masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak
mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
(2) Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak
berlebih-lebihan memberikan kasih sayang temadap orang tuanya, kasih sayang ini
diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak
memberikan pematian apa yang diperbuat si anak.
(3) Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Di sini jelas bahwa masing-masing
membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan.
Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa
caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika üdak perlu. orang tua hanya memenuhi
dalam bidang materi saja.
(4) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan
antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling
menghargai, saling membutuhkan.
Dari pengertian kasih sayang dan berbagai contohnya, Puisi di atas menurut panadangan saya condong ke arah nomor (4) Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif. Dimana di puisi ini desebutkan segala kebaikan dan kasih sayang sang ibu. Lalu pada bait pertama dan kedua di kata "Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku" dan "Kau tempatku mengadu tatkala aku ketakutan" ditunjukkan keaktifan sang anak pula dalam mempercayakan segala masalahnya dengan nasihat dan bantuan sang ibu.
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra. yang aflinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasamya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan "jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. la mulai hidup untuk orang lain".
Pemyataan dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah "romeo dan Juliet", ula di Indonesia kisah Roro mendut-Pronocitro.
Yose Ortage Y Gasset dalam mvelnya "On love" mengatakan "dikedalaman sanubarinya seorang pençinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya".
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri.
Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita. dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari penjelasan diatas mengenai kemesraan yang berupa simpati yang akrab, dikatakan dari penjelasan diatas rata-rata berkaitan dengan keakraban pria dan wanita. Namun simpati yang akrab dapat di tunjukan di bait terakhir di kata "Sarangheo, aku menyayangimu selalu" dimana ungkapan cinta dari bahasa asing biasanya diungkapkan kepada orang yang udah kenal akrab dan kita bersimpati kepada orang tersebut.
E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalarn bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenamya. Apa sebab iłu terjadi adalah karena Tuhan mencipta alarn semesta.
Dalam puisi diatas tidak ada satupun kata-kata yang menunjukkan pemujaan bahkan menyebut Allah atau Tuhan sama sekali. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa dalam puisi ini tidak terdapat unsur pemujaan seperti yang sudah dijelaskan di atas.
F. BELAS KASHAN
Dalam surat Yohanes dijelaskan
ada tiga macalll cinta. Cinta ialah cinta Inanusia kepada Tuhan. Cinta Philia
ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. dan ketiga cinta Amor/ems
ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta cros dan amor ini ialah
cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedmgkan cinta amor
karcna unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik
mcncintai dan mau dinikahi seorang yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi
yaitu cinta terhadap sesanva. Cinta temadap sesama merupakan perpaduan antara
cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas
kasihan untuk membedakan antara cinta kcpada orang tua, pria-wanita, cinta
kepada Tuhan.
Comments
Post a Comment