Analisis Puisi Muara Kasih

Muara Kasih

Oleh Ida Ayu Sri Widiyartini


Kaulah muara kasihku..

Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku


Kau tempatku mengadu tatkala aku ketakutan

Kau bak sutra yang indah nan lembut

Membelaiku penuh cinta dan kasih


Kaulah pahlawan ku..

Menjagaku tanpa letih hingga ku terlelap

Lindungi aku tanpa henti entah siang ataupun malam


Bersamamu aku merasa damai

Kau dekap aku dengan ketulusan

Memelukku dengan sinar kasihmu

Membalut luka dan ketakutanku

Tak ada tempat sebaikmu..


Tiada makhluk semulia hatimu

Kau takkan terganti meski waktu berhenti berputar

Takkan pula luntur meski waktu dimakan zaman

Kaulah muara kasih terindah..


Cinta kasihmu takkan lekang oleh waktu

Meski bibir ku tak mampu beruncap


Percayalah Bunda..

Sarangheo, aku menyayangimu selalu

Sekarang, esok dan selamanya


Sumber Puisi Klik Disini


Analisis Puisi

        Jika kita melihat referensi dari bab 4, puisi yang saya akan analisis ini mengarah kepada bagian C. kasih sayang dan sub bab (4) Orang tua bersifat aktif, si anak berasifat aktif. Melalui bait terakhir dan dengan segala yang di ungkapan sang anak dalam puisi, sang anak tentu saja menyayangi ibunya juga.

        Bisa dilihat di dari bait pertama "Kaulah muara kasihku..Tempat ku berkeluh kesah, mencurahkan isi hatiku", sang anak kerap menceritakan segala masalah yang terjadi di hidupnya kepada ibunya, sehingga kita tau kedekatan sang anak dan ibunya. Lalu dari bait ketiga sang anak menggambarkan sosok ibunya sebagai pahlawan yang tak pernah letih menlindunginya.

        Di bait ketiga sang anak menggambarkan hidupnya ketika berada di sisi ibunya terasa damai karena ketulusan kasih sayang ibunya, dilanjutkan di bait selanjutnya sang anak berkata bahwa tidak ada yang bisa menggantikan sosok ibunya yang mulia dan tak luntur dimakan waktu.

        Pada kata "meski bibir ku tak mampu beruncap" dituliskan besarnya kasih yang diberikan ibunya sampai sang anak 'tak mampu beruncap'. Dan diakhir sang anak mengungkapkan rasa sayangnya ke ibunya. Sehingga bisa kita simpulkan puisi ini menggambarkan besarnya kasih sayang ibu kepada anaknya dan juga ungkapan sang anak kepada ibunya. 

Sekian analisis dari saya, apabila ada kesalahan kata, mohon dimaafkan. Terima kasih.


Comments